Minggu, 24 Maret 2013

Pacaran? Putus saja dech...

Cinta itu memikirkan yang dicintai. Bukan hanya kemarin dan kini, Tapi nanti. Mari kita berbicara tentang masa depan, agar hari esok yang dijelang bukan suatu kesengsaraan. Ada hal yang jelas harus dipersiapkan. Mana yang boleh dilakukan dan mana yang harus dihindarkan. Bila engkau lelaki, engkau harus tahu arah saat melangkah. Bila engkau perempuan seharusnya tau bagaimana bertingkah. Kita berbicara masa depan karena ia tidak semudah diperkirakan pemuda-pemuda yang lalai. Juga tidak sesulit yang diceritakan perempuan-perempuan yang bercerai. Setiap muslimah tentu menginginkan lelaki yang bertanggung jawab yang menghargai kelebihan kebaikannya dan yang memaafkan kealfaan kekurangannya. Muslimah mana yang tidak ingin memiliki lelaki yang berbudi pekerti. Baik hati, tinggi iman dan lurus amal. Muslimah selalu menanti lelaki elok akhlak padan rasa yang memiliki kelembutan pada anaknya. Dengan isterinya ia mesra. Muslimah mana yang tidak mendambakan  lelaki yang bisa mengawalnya jauh dari neraka dan membimbingnya menuju surga Alloh. Lelaki mana yang tidak suka dengan wanita yang cerdik cendekia lagi berparas menawan. Yang lisannya seanggun geraknya. Lelaki yang baik pasti menyukai wanita yang lemah lembut lagi santun. Pintar membahagiakan suami dengan masakan dan perhatian. Tidak tamak harta dan selalu menjaga kehormatan. Lelaki mana yang tidak memimpikan wanita yang mendukungnya dalam kebaikan dan mengeluarkan kebaikannya, dirindukan bila ditinggal dan menyenangkan bila berjumpa. Sialnya, kita hidup di zaman kapitalisme yang mengajarkan lelaki dan wanita masa kini untuk memperhatikan fisik bukan isi. Perhatikan badan bukan iman. Kapitalisme sukses menjadikan kebahagiaan materialistis sebagai tujuan tertinggi. Hingga uang sebagai tujuan yang tertinggi. Maka hedonisme anak kandung kapitalisme sukses menjadikan lelaki hanya peduli nikmat sampai batas kulit. Wajar bila kita lihat dimana mana banyak lelaki jadi miskin tanggung jawab dan fakir komitmen. Bila lelaki yang tidak lulus tanggung jawab dan komitmen, merekalah yang akan masuk pada jurusan pacaran. Cinta disempitkan dalam arti pacaran. Terbatas pada rayuan palsu dan gandengan tangan. Padahal pendamping yang sholeh tidak didapatkan pada proses pacaran. Karena keshalehan dan kebathilan jelas bertentangan. Hak dan batil tidak akan pernah bertemu bagaikan fatamorgana yang menjanjikan kemuliaan semu. Bagaimana bisa lelaki yang sudah memahami pacaran itu perbuatan yang dilarang Alloh, memaksa dengan berbagai alasan agar engkau berbagi dosa dengan dia melawan Alloh lalu yang seperti ini menjadi panduan setelah menikah?. Sebelum halal saja dia sudah berani mengatakan sayang padamu, jangan heran bila setelah menikah dia berani mengatakan itu kepada wanita-wanita yang lain. Toh sama-sama bermaksiat kepada Alloh. Jika sbelum akad saja dia sudah berani melabuhkan tangannya kepada tubuhmu, jangan heran bila setelah menikah ia mampu melakukan itu kepada wanita-wanita yang lain. Toh sama-sama  dosa kepada Alloh. Yang tiada takut dosa saat sebelum menikah tentunya jangan harap ia takut dosa setelah menikah.”

Assalamu’alaikum readers..
Panjang nan indah ya narasi diatas,, :)..
Ya.. itu adalah narasi yang disampaikan oleh ustadz Felix Siauw di sebuah acara yang bernama inspirasi iman di televisi nasional Negara kita. Memang isi yang terdapat dalam narasi tersebut telah terjadi pada zaman sekarang ini. Intinya adalah pacaran. Sepasang pemuda pemudi yang bukan muhrim menjalin kasih sayang dan telah menjadi gaya hidup modern pemuda sekarang. Mereka nyaman dengan apa yang mereka lakukan tanpa menyadari bahwa dosa Zina telah mereka jalani. Sangat ironi ketika mereka mengatakan “pacaran tu boleh asal nggak kebablasan”. Aneh gak dengan jawaban seperti itu?? Berarti boleh dong minum arak tapi jangan banyak-banyak?. Na’udzubillahi min dzalik. Terlihat sekali mereka bangga saat telfon-telfonan dengan pacarnya, sms-an dan mengolok-olok temannya yang belum punya pacar “jaman sekarang belum punya pacar, kuper loe” (kira-kira seperti itu). Pertanyaan saya adalah apakah mereka yang sudah punya pacar lalu di kemudian hari dia menikahi pacarnya itu?. Katakanlah YA, apakah dia tidak merasa bosan dan menimbulkan kecenderungan selingkuh. Atau apabila tidak maka akan menimbulkan perasaan sakit hati. Weird but it’s real.
Kenapa pemuda-pemudi sekarang melakukan hal semacam itu, karena mereka sedang mencari jati diri mereka, mencoba mencari kasih sayang di lingkungan luar. Banyak kita temui berita-berita yang mengatakan siswi smp yang sudah tidak perawan lah, siswa SMA yang sudah melakukan sex diluar nikah lah, dan banyak lagi mengenai itu. Kapan Negara ini maju kalau pemuda nya seperti itu. Peran orang tua sangat mempengaruhi akhlak anak-anaknya. Pendidikan agama adalah yang utama untuk membentuk karakter pemuda-pemuda pencari jati diri. Maka dari itu Ayo para pemuda yang sudah punya pacar,, putusi aja pacarmu,, ayo sama-sama bersungguh-sungguh menuntut ilmu terutama ilmu agama. Buat masyarakat Indonesia bangga kepada kita para pemuda. Do It,,,, !!!

Demikian tulisan ini, semoga bermanfaat, mohon maaf atas kekurangannya… :)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar